Jumat, 30 Desember 2011


Salam Akademis !

To all mahasiswa FKIP UNS,

Mari bersama-sama evaluasi kinerja LSP FKIP UNS selama setahun ini. ada pemilihan Direktur LSP2012 juga hlo.
So , come & join on LAC (LSP Annual Conference).
Jumat-Ahad, 30-31 Desember'11 dan 1 Januari'12
pukul 13.00
@ aula Gedung A.

"1 Evaluasi, 1001 Revolusi".

bersama kita evaluasi demi FKIP Lebih baik

Senin, 16 Mei 2011

motivasi : TEMPAYAN RETAK

Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan satunya lagi tidak. Tempayan yang utuh selalu dapat membawa air penuh, walaupun melewati perjalanan yang panjang dari mata air ke rumah majikannya. Tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Hal ini terjadi setiap hari selama dua tahun. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan utuh
merasa bangga akan prestasinya karena dapat menunaikan tugas dengan sempurna. Di pihak lain, si tempayan retak merasa malu sekali akan ketidaksempurnaanya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya ia dapat berikan.

Setiap Orang Memiliki kekurangan

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak berkata
kepada si tukang air, “Saya sungguh malu kepada diri saya sendiri dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya” “mengapa?” tanya si tukang air,”mengapa kamu merasa malu ?””Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa. Adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuat mu rugi.”

Si tukang air merasa kasihan kepada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia menjawab,” Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.” Tuhan sanggup memakai kelemahan kita untuk maksud yang indah.

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali merasa sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor dan kembali tempayan retak itu meminta maaf kepada si tukang air atas kegagalannya. Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu tidak memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu ? tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan lain yang tidak retak itu ?” Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini, aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk dapat menghias meja majikan kita. Tanpa adanya kamu , majikan kita tidak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”

Setiap orang memiliki cacat dan kelemahan sendiri. Kita semua adalah tempayan
retak, namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk maksud
tertentu. Dimata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma, Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.

Selasa, 05 April 2011

YANG TERGANTI

Dalam malam ku renungi

Apa yang ada dalam hidupku

Ku tatap bintang berhamburan

Ku rasa dinginnya hati

Ku dengar bisikan suara misteri

Pagi datang menyongsong siang

Mengganti gelap kan jadi terang

Pancarkan sinar mentari

Terangi apa yang ada di bumi

Pagi dan malam yang berganti

Hilir semilir kan berhembus

Bersama waktu yang terganti

TERDIAM

Kenapa kau terdiam

Menyimpan seribu kehampaan

Penuh tanya apa gerangan

Yang terfikir dalam kau terdiam

Kenapa

Ada apa denganmu kini

Bukalah bibirmu ini

Ucapkan sesuatu untukku

Agar aku tahu semua benak dalam kau terdiam

Pejamjan erat matamu

Rasakan ketulusan hatiku

Betapa ku ingin tahu

Apa yang kau rasa

Suka ataukah luka

Sungguh ku tak pernah tahuYANG

MENCARI MAKNA


Tinggal kenangan

Berlandas ragunya harap

Ku inginkan seperti dulu

Luka ceria kita bersama

Kau disisiku dan selalu

Wahai teman

Adakah berbeda kini diriku

Ataukah ingin kau jauh dariku

Entah apa ku tak tahu

Dan bertanya

Pada malam dingin ku bertanya

Meski diam hanya jawabnya

Tiada tahu makna semua

Jangan kau buatku resah

Mencari makna perbedaan kita

Mencari jawab apa artinya

Semua dimana terkubur gundah

HARI INI TIDAK ADACINTA


<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

Malam tanpa sedikitpun bintang

Tiada seperti biasa

Membawa serpihan-serpihan mutiara

Dalam lubuk hati terdalam

Kini sirna sudah dalam kegelapan

Ku ingin kau menuntun jalanku

Oh,sahabat

Namun diam dan acuh

Menjadi jawab segala risau

Mungkin hari ini

Tidak ada simpati untukku

Ku inginkan penyejuk hati

Ku minta kau oh, Kasih

Namun

Siapa yang kan ku sebut kasih?

Tiada

Tiada cinta untukku

Begitu kelam hari ini kurasa

Hampa sunyi sepi

Kurasa

Hari ini tidak ada cinta

untukku